|
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Teori Animasi
Kata animate berasal dari kata kerja Latin animare, yang berarti membuat
jadi hidup atau mengisi dengan nafas. Pada animasi kita benar-be nar bisa
merestrukturisasi realitas. (Jean Ann Wright 2005:1)
Pengertian secara umum, animate memiliki a rti membe ri kehidupan
kepada dan termasuk juga live-action (gerakan langsung)
pedalangan/pewayangan/permainan boneka semisal Sesame Street serta penggunaan
peralatan electromechanical untuk menggerakkan boneka, dinamakan animatronics.
(Rick Parent 2010:6)
Animasi adalah animasi, apapun medianya. Apakah anda menggambar di
atas kertas, pemodelan denga n plastik/malam, mendorong beberapa kotak korek api
di sekitar di depan kame ra Bolex atau menganimasika n dengan komputer, untuk
menjadi seorang animator anda akan pe rlu memahami gerakan dan cara membuat
emosi. (Susannah Shaw 2004:1)
Modal uta ma seorang animator adalah kemampuan menangkap momentum
ke dalam runtutan gambar sehingga se olah-olah menjadi bergerak atau hidup. Sedikit
berbeda dengan komikus, ilustrator, atau -kata kanlah- karikaturis yang menangkap
suatu momentum ke dalam se buah gambar diam (still). Animator harus le bih
memiliki kepekaan ge rak daripada hanya sekedar kemampuan menggamba r.
Gambar yang bagus akan percuma ta npa didukung kemampuan menghidupka n.
Sebagaimana definisi dasar animasi ya ng be rarti: membuat seolah-olah menjadi
hidup.
Dalam buku Illusion of Life, Ollie Johnston menjelaska n terdapat 12 prinsip
animasi yang a kan membuat animasi menjadi hidup. Ke-12 prinsip ini meliputi
solid drawing (kemampuan me nggambar dan kepekaan terhadap anatomi, komposisi,
berat, keseimbangan, dan pencahayaan), timing and spacing (gerak percepatan dan
perlambatan), squash and stretch (pemberian efek dina mis seperti memuai dan
menyusut dalam gerak sehingga benda yang mati dapat seolah hidup), anticipation
(ancang a ncang da lam bergerak), slow in and slow out (akselerasi dan deselerasi
suatu gera kan), arcs (be ntuk gera k lengkung yang diha silkan dari pergerakan benda
sehingga be nda tersebut tampak hidup tidak se perti gerakan robot yang patah patah),
secondary action (gerakan tamba han untuk memperkuat gerakan utama sehingga
nampak lebih realistis), follow through and overlapping action (keadaan dimana
|