|
wujud wayang sendiri tidak terlalu banyak orang yang mau melihatnya karena orang
terlalu mengatakannya ha l tersebut terlalu kolot atau tua.
Pengemasan wujud dongeng yang diangkat dari mitos yang beredar bila
mendengarkan cangkang kera ng kita dapat me ndengarkan suara kerang menjadikan
keinginan penulis untuk membentuk suatu donge ng baru, dimana suguha n dongeng
dongeng sekarnag sudah terlalu lama dan tidak jarang dongeng nusanta ra pun sudang
banyak yang di adaptasi oleh pihak asing, misalnya saja dongeng ba wang merah dan
bawang putih, timun mas, keong ma s dan lainnya.
2.4.3 Faktor Pendukung
1. Mina t masyarakat Indonesia terhadap animasi dan mitos sangat tinggi.
2. Alterna tif hiburan baru dalam suguhan animasi.
3. Bentuk lowpoly yang se dang menjadi trend dan masih jara ng digunakan di
Indonesia.
4. Donge ng yang sudah ada di Indone sia be rcerita tentang hal yang sama melulu,
belum ada yang menceritakan a tau menc ipta kan dongeng baru yang berkesan.
2.4.4 Faktor Penghambat
1. Keterbatasan waktu, karena tenggat wa ktu yang dibe rikan disesuaikan dengan
penanggalan akademik Tugas Akhir Bina Nusantara University.
2. Sua tu mitos yang tidak memiliki asal mulanya, namun diterima oleh sebagian
besar masyaraka t secara umum.
3. Bentuk yang hampir mengarah ke a bstra ksi mungkin agak sulit di terima oleh
umum.
4. Pengalaman penulis yang terbatas dalam produksi film animasi.
|