![]() 2.2.4 Teori Warna
Menurut Jim Krause dalam buku Color Index., dalam konsep se derhana,
warna dibagi menjadi 4 kelompok warna, yakni warna primer, sekunder, tersie r dan
netral. Warna primer merupakan warna dasar yang tidak mencampurkan warna
warna lain. Warna yang termasuk warna primer adalah merah, biru dan kuing. Wa rna
sekunder merupakan hasil pemcampuran wa rna primer dengan proporsi 1:1.
Misalnya warna jungga merupakan warna merah dan kuning, hijau dari biru dan
kuning, dan ungu merupaka n campuran dari merah dan biru. Warne tersier
merupa kan salah satu dari warna sekunder. Misal warna jingga kekuningan bera sal
dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna cokelat merupakan campuran
dari ketiga wa rna merah, kuning dan biru.
Dalam pengaplikasiannya, penggunaan warna dan campuran warna warna
tertentu dapat membangun suatu mood tertentu. Misalnya untuk menampilkan kesan
quiet atau diam. Pengaplikasiannya bisa mengguna kan warna pucat atau gelap, atau
bahkan diantaranya. Hue yang digunakan biasanya berada diantara warna biru, biru
kehijauan, dan biru keunguan. Penggunaan warna ini dimaksudkan untuk
menggambarkan suasa na tenang. Tidak jarang juga penggunaa n warna mute atau
pucat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang bersifat kalem atau nostalgia.
Untuk penggunaan hue yang lebih gelap, dengan pe rbeda an value yang tidak te rlalu
jauh dapat menampilka n kesan sunyi, misterius atau bahkan kondisi mencekam.
Penggunaan warna hue yang sangat pucat, biasa digunakan untuk latar belakang
(seba gai penanda jarak) atau untuk me mperoleh perasaan yang lebih sentimental.
Dalam penerapan kombinasi wa rna, Tigercolor dalam webnya me njela skan
bahwa terdapat enam kombinasi warna yang da
membentuk suatu harmonisasi,
anta ra lain:
1. Complementary
Gambar 2.29 Color Wheel Complementary Color
|