|
Sudut pa ndang ini diletakka n di bawah mata actor, dan lawan bicara ac tor
tersebut terkesan memandang aktir tersebut lebih tinggi. Sudut pandang
seperti ini memberikan kesan dominan, agresif dan berkuasa.
5. Dutch Angle
Posisi ka mera dimiringkan ke salah satu arah, sehingga garis horizon yang
ada tampak
miring. Pada sudut ini perubahan garis horizon vertical dan
horizontal kea rah dia gonal dapat menciptakan komposisi yang lebih dinamis.
Tak jarang penggunaan sudut sepertiini dimaksudkan untuk me mberikan
kesan artistik yang bisa digunakan untuk sedikit memberikan kesan bingung.
2.2.6 Teori Karakter Desain
Scott Mc Cloud dalam bukunya Understanding Comic menjelaskan tentang
pembagian karakter karakter desain. Karakter desain yang diciptakan memiliki
pemaknaannya masing masing sehingga dalam penggunaannya dapat sesuai
denga n apa yang hendak disampaikan oleh si pembuatnya. Adapun pembagian itu
dibagi me njadi:
1. Realistik
Mirip dengan kondisi aslinya di dunia nyata. Hal ini dimaksudkan untuk
menyampaikan suatu informa si sedetail dan semirip mungkin dengan apa
yang ada pada kehidupan nyata.
2. Ikonik
Pada pembentukan ka rakter ikonik, umumnya desainer bermaksud
menyampaikan suatu informasi yang maknanya sa ma dengan realistic
namunn mengurangi banyak de tail sehingga lebih murah diingat.
Karakteristik dari karakte r bia sanya tida k dihilangkan, sehingga menjadi
suatu ciri khas atau unsur pembeda. Menurut McCloud, ikon
seperti ini akan
berakhir dengan Ba hasa tertulis, dimana untuk detail penceritaannya dapat
dima knai dengan Ba hasa tulisan bukan dengan detail yang ditampilkan pada
karakter.
3. Abstra k
Bentuk, garis, da n warna saja yang digunakan sebagai symbol. Semua
kemiripan dihilangkan. Umumnya, de sainer ingin menyampaikan suatu
makna secara tersirat sehingga membebaskan audience untuk
menerjemahkannya sesuai dengan jalan pikir masing masing.
|