|
35
ditawarkan oleh IP, tetapi kedua protokol tersebut menjalankan proses
yang berbeda dalam menyediakan jenis transportasi yang digunakan
oleh protokol aplikasi dengan kebutuhan yang berbeda. TCP dan UDP
memiliki alamat tujuan yang disebut dengan port number
(nomor
port) untuk mengidentifikasi pengguna.
TCP dirancang untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan
yang
mungkin terjadi saat pengiriman data antar-pengguna dengan
layanan reliable
dan pengiriman paket secara berurutan dengan
layanan byte stream. TCP adalah protokol connection oriented dimana
sebelum terjadi pertukaran data, kedua aplikasi harus membuat
sambungan TCP
dengan melakukan handshaking atau proses jabat-
tangan terlebih dahulu.
2.2.2.
Hura & Singhal (2004:620) mengemukakan bahwa User Data
Protocol (UDP) merupakan protokol lapisan tanpa koneksi
(connectionless) yang berarti proses pengiriman data dilakukan tanpa
proses handshaking. UDP menawarkan layanan yang bersifat
unreliable dan dalam hubungan dengan TCP, UDP tidak menawarkan
pengendalian terhadap kesalahan. Kompleksitas terhadap protokol
tidak berkurang dan hal ini memungkinkan sebuah program pada satu
mesin untuk mengirimkan datagram ke program pada mesin lainnya.
Setiap aplikasi perlu mendapatkan nomor port protokol UDP dari
sistem operasinya. Dengan
demikian, setiap aplikasi dapat
berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya melalui nomor port
protokol yang ada. Skema ini menawarkan berbagai manfaat, seperti
protocol UDP bersifat independent terhadap sistem dan
memungkinkan komunikasi antara aplikasi yang berjalan pada
komputer berbeda. Pengirim dapat mengidentifikasi penerima tertentu
dalam satu mesin dengan UDP, karena setiap pesan pada UDP
membawa tujuan dan sumber nomor port protokol dan membantu
pengiriman pesan secara unreliable
(tidak andal) dimana
internet
protocol (IP)
mendasari
ketersediaan pengiriman pesan dari
satu
komputer ke komputer lain. UDP digunakan terutama oleh Simple
|