|
22
c.
Menggunakan ventilasi dan bukaan, penghawaan silang, dan cara-cara inovatif
lainnya.
d.
Memanfaatkan air hujan dalam cara-cara inovatif untuk menampung dan
mengolah air hujan untuk keperluan domestik.
e.
Konsep efisiensi penggunaan energi seperti pencahayaan dan penghawaan alami
merupakan konsep spesifik untuk wilayah dengan iklim tropis.
2.2.2
Perancangan Pasif
Menurut Ken Yeang (1999), perancangan pasif berbasis pada kondisi iklim
setempat. Berikut ini adalah beberapa metode perancangan pasif yang dapat
digunakan dalam merancang Green Skyscraper
dan bangunan sejenis lainnya,
dengan menggabungkan sistem pasif dan aktif demi bentuk berkelanjutan ekologis
dari energi :
Konfigurasi bentuk bangunan dan perencanaan tapak.
Orientasi bentuk bangunan (dari fasad utama dan bukaan).
Desain fasad (termasuk jendela, lokasi, ukuran,dan detail).
Perangkat penahan radiasi matahari (misalnya sun shading pada fasad dan
jendela)
Perangkat pasif siang hari.
Warna dan bentuk selubung bangunan.
Tanaman vertikal
Angin dan ventilasi alami.
Perancangan pasif merupakan cara penghematan energi melalu energi
matahari secara pasif, yaitu tanpa mengonversikan energi matahari menjadi energi
listrik. Rancangan pasif lebih mengandalkan kemampuan seorang arsitek bagaimana
merancang sebuah bangunan dengan sendirinya mampu mengantisipasi
permasalahan iklim luar.
2.2.3
Kenyamanan Termal ( thermal comfort )
|