|
23
Menurut James Rilatupa (2008), Kenyamanan adalah bagian dari
salah satu
sasaran karya arsitektur.
Kenyamanan terdiri atas kenyamanan
psikis dan
kenyamanan fisik.
Kenyamanan psikis yaitu kenyamanan
kejiwaan (rasa aman,
tenang, gembira,
dll) yang terukur secara subjektif
(kualitatif). Sedangkan
kenyamanan
fisik dapat terukur secara obyektif
(kuantitatif); yang meliputi
kenyamanan spasial, visual, auditorial dan termal.
Kenyamanan termal dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran yang
mengekspresikan kepuasan dengan lingkungan termal (Nugroho, 2011). Definisi
yang lain menyebutkan sebagai lingkungan indoor dan faktor pribadi yang akan
menghasilkan kondisi lingkungan termal yang dapat diterima sampai 80% atau lebih
dari penghuni dalam sebuah ruang.
Kenyamanan termal merupakan
salah satu unsur kenyamanan yang
sangat
penting, karena menyangkut
kondisi suhu ruangan yang nyaman.
Seperti diketahui,
manusia merasakan panas atau dingin merupakan wujud dari sensor perasa pada kulit
terhadap stimuli suhu di sekitarnya. Sensor perasa berperan menyampaikan informasi
rangsangan kepada otak, dimana otak
akan memberikan perintah kepada
bagian-
bagian tubuh tertentu agar
melakukan antisipasi untuk
mempertahankan suhu sekitar
37ºC. Hal ini diperlukan organ tubuh agar dapat menjalankan fungsinya secara baik.
Dalam kaitannya dengan bangunan, kenyamanan didefinisikan sebagai suatu
kondisi tertentu yang dapat memberikan sensasi yang menyenangkan bagi pengguna
bangunan. Manusia dikatakan
nyaman secara termal ketika ia tidak dapat meyatakan
apakah ia menghendaki
perubahan suhu yang lebih panas atau
lebih dingin dalam
suatu ruangan.
Sementara itu, standar
Amerika
(Anonymous, 1989) mendefinisikan
kenyamanan termal sebagai perasaan dalam pikiran manusia yang
mengekspresikan
kepuasan terhadap
lingkungan termalnya. Dalam standar
ini juga disyaratkan bahwa
suatu kondisi dinyatakan nyaman apabila tidak kurang dari 90 persen responden yang
diukur menyatakan nyaman secara termal.
Menurut American Society of Heating, Refrigerating and Air-conditioning
Engineers / ASHRAE (1989), kenyamanan termal adalah perasaan dimana seseorang
merasa nyaman dengan keadaan temperatur lingkungannya, yang dalam konteks
sensasi digambarkan sebagai kondisi dimana seseorang tidak merasakan kepanasan
maupun kedinginan pada lingkungan tertentu. Jadi, kenyamanan termal bukan hanya
|