Home Start Back Next End
  
24
diukur dari temperatur udara tapi dari jumlah individu yang merasa nyaman dengan
temperatur lingkungan tersebut.
Menurut penelitian Sugini (2004), pengukuran kenyamanan termal seseorang
dapat dikelompokan berdasarkan 6 (enam) kriteria utama, yaitu terdiri dari 4 (empat)
parameter lingkungan : suhu udara, suhu radiasi, kelembaban, kecepatan udara dan 2
(dua) parameter perorangan : pakaian dan aktivitas. 
Adapun pengukuran kenyamanan termal indoor dari 4 parameter lingkungan
yaitu suhu udara, suhu radiasi, kelembaban dan kecepatan angin yang mengarah ke
standar kenyamanan termal oleh para pakar kenyamanan termal.
Berdasarkan Robert McDowall (Fundamental of HVAC System, 2008, p32-42)
ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenyamanan :
1.
Aktivitas pengguna
Tubuh akan terus melakukan metabolism dan menghasilkan panas yang
akan terus dipancarkan. Kita memproduksi panas paling minimum pada saat kita
tertidur. Berdasarkan aktivitas maka bisa di mulai dari duduk, berjalan, berlari
maka akan meningkat produksi panasnya. (1 met =18.4Btu/h ft²]).
Tabel 2.1 Koefisien Metabolisme Terhadap Aktivitas Manusia
Activity
Met
Sleeping
Reading or writing, seated in office
Filling, standing in office
Walking about in office
Walking 2 mph
Housecleaning
Dancing, Social
Heavy machine Work
0,7
1,0
1,4
1,7
2,0
2,0 – 3,4
2,4 – 4,4
4,0
Sumber : Robert McDowall (Fundamental of HVAC System, 2008, p32-42)
2.
Jenis Pakaian
Pakaian juga menentukan bagaimana melepaskan panas dari tubuh,
seperti yang kita ketahui bila kita memakai pakaian yang bersifat insulator maka
kita tetap bisa memakainya dengan nyaman pada suhu yang lebih rendah.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter