Home Start Back Next End
  
27
Dalam contoh, gerakan udara di dekat permukaan tanah dapat bersifat sangat
berbeda dengan gerakan di tempat yang tinggi. Bentuk topografi yang berbukit,
vegetasi dan tentunya bangunan dapat menghambat atau membelokkan gerakan
udara. Misalnya sebuah hutan tebal di daerah tropika basah dan di daerah dengan
angin musim, angin dapat menyebabkan kekuatan angin berkurang setelah 30 m
menjadi 60m-80%, setelah 60m-50%, dan setelah 120m hanya tinggal 7% dari
kekuatan angin semula. Pada pepohonan yang jarang, misalnya pada hutan palem di
daerah tepi pantai dan di daerah savana, terjadi pengurangan kekuatan angin tetapi
arah angin tetap. Sebaliknya penebangan di tengah hutan yang
lebat akan
mengakibatkan pertukaran gerakan udara.
Pegunungan, kota, lembah dapat mengubah arah angin sampai 180°
dan
mengurangi kecepatannya. Penelitian di kota-kota besar menunjukkan bahwa
kecepatan angin di permukaan jalan rata-rata hanya sepertiga dari kecepatan pada
lansekap terbuka. Bangunan tinggi memiliki pengudaraan yang lebih baik pada
bagian sebelah atas, karena di sini intensitas gerakan udara lebih besar dari pada di
lantai.
Vertikal perbedaan suhu
Antara kaki dan kepala terjadi perbedaan suhu, udara hangat umumnya
cenderung naik sehingga kepala terasa lebih hangat. Toleransi antara kepala dan kaki
adalah 2,8°C.
Adapun tujuan dari vertical landscape ini adalah
1
Pemecah angin
2
Penyerap CO2 dan CO dan menghasilkan O2 (fotosintesis)
3
Meningkatkan ekosistem dalam tapak
4
Pendingin yang efektif
5
Penahan bising dan bau
Radiasi variasi suhu
Orang terbiasa dengan dinding yang hangat, tapi bila dengan langit-langit
yang panas biasanya orang tidak begitu
nyaman, batas amannya adalah 8,4°C
dari kisaran suhu yang telah dihitung.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter