![]() 28
Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan
ketidaknyamanan termal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebihi
4°C, hal ini terjadi pada permukaan bawah dari langit-langit atau permukaan
bawah dari atap.
Penelitian kenyamanan termis yang dilakukan Tri Harso Karyono
memperlihatkan manusia di Jakarta merasa nyaman pada air temperature
(Ta)
26,4
oC
atau operating temperature
(To) 26,7
o
C. Sementara rentang nyaman
antara 24,9 - 28 Ta dan 25,1 27,9 To. Standar kenyamanan termis di Indonesia
yang berpedoman pada standar Amerika [ANSI/ASHRAE
55-1992]
merekomendasikan suhu nyaman dengan rentang antara 22 -
26
oC
To.
Perbedaan ini akan berakibat pada jumlah energi yang dikonsumsi oleh
bangunan. Sejumlah 596 karyawan dan
karyawati yang bekerja pada tujuh
bangunan kantor, yakni Gedung Agama-
Thamrin, Gedung BPPT Thamrin,
Gedung BCA-Sudirman, Gedung Depdikbud-
Sudirman, Gedung Pajak-
Sudirman, Gedung Widjojo-Sudirman, dan Gedung LIPI-Gatot Subroto,
berpartisipasi dalam penelitian kenyamanan termis ini.
Gambar 2.2 Diagram Kenyamanan sebagai Fungsi dari Temperatur, Kelembaban dan
Kecepatan Angin
Sumber: Bangunan Tropis, Georg. Lippsmeier, 1994
2.2.4 Konsep Kenyamanan termal
Mengaitkan penelitian Lippsmeier (menyatakan pada temperatur 26°C
TE(Effective Temperature)
umumnya manusia sudah mulai
berkeringat
serta daya
tahan dan kemampuan
kerja manusia mulai menurun) dengan pembagian suhu
nyaman orang Indonesia
menurut Yayasan LPMB PU, maka suhu yang kita
|