|
15
telah mencapai akhir yang diinginkan dan menjadi
indikator dalam mempersiapkan rangkaian kerja
berikutnya.
5.
Prevents error
Desainer harus dapat meminimalisir kemungkinan user
untuk melakukan error. Apabila user
melakukan error,
maka sistem harus dapat mendeteksi error yang terjadi dan
memberikan instruksi yang mudah dimengerti,
membangun dan terarah untuk memperbaikinya, sebagai
contoh: jangan biarkan user
meng-input
data alphabet
ke
dalam kolom entri numeric, dan apabila user tetap
bersikeras untuk mengisi alphabet
ke dalam kolom
numeric
tersebut, system harus menangkap error dan
menampilkan error message yang membantu user
mengerti apa kesalahannya.
6.
Permit easy reversal of actions
Desainer
sebaiknya
sebisa mungkin membuat aksi yang
dilakukan user dapat dibatalkan, hal ini dapat menurunkan
kepanikan user
jika melakukan error, dan fitur ini
juga
mendorong user
untuk mengeksplorasi fitur-fitur lainnya
yang tidak begitu familiar
bagi user, sebagai contoh:
pengentrian data user dapat dibatalkan, jika terjadi error.
7.
Support internal locus of control
Faktor dari desain yang membuat user
merasakan bahwa
mereka yang memegang kendali dari UI yang diakses
kemudian UI memberikan respon terhadap aksi yang
dilakukan, sebagai contoh: user
tidak menginginkan
adanya perubahan yang mendadak atau kesulitan dalam
mendapatkan suatu informasi.
|