Home Start Back Next End
  
31
2.5.2
Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang terdiri atas sejumlah
anggota yang dipilih dari populasi atau dengan kata lain sejumlah tapi tidak
semua elemen populasi akan membentuk sampel (Sekaran, 2006:123).
Menurut Sugiyono (2004) dalam Riduwan & Kuncoro (2013:40)
memberikan pengertian  bahwa, “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi”.
Keuntungan menggunakan sampel antara lain memudahkan peneliti
untuk jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan
populasi dan apabila populasinya terlalu besar dikhawatirkan akan terlewati,
lebih efisien (dalam arti penghematan uang, waktu, dan tenaga), lebih teliti
dan cermat dalam pengumpulan data, dan penelitian lebih efektif (Riduwan &
Kuncoro, 2013:40).
Berkaitan dengan teknik pengambilan sampel, Nasution (2003) dalam
Riduwan & Kuncoro (2013:40).berpendapat bahwa, “Mutu penelitian tidak
selalu ditentukan oleh besarnya sampel, akan tetapi oleh kokohnya dasar-
dasar teorinya, oleh desain penelitiannya, serta mutu pelaksanaan dan
pengolahannya.” 
2.5.3
Teknik Sampling
Menurut Riduwan & Kuncoro (2013:40) teknik penarikan sampel atau
teknik sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang representatif
dari populasi. Terdapat dua macam teknik sampling pada penelitian yang
umum dilakukan, yaitu :
1.
Probability Sampling
Adalah sebuah teknik sampling yang memberikan kesempatan
ataupun peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih
menjadi sampel. Teknik probability sampling meliputi simple random
sampling, proportionate stratified random sampling, disproportinate
statified random sampling, cluster sampling, dan sampling sistematis.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter