|
19
pada dynamic route berubah sesuai dengan informasi yang didapatkan oleh
router.
Dynamic route digunakan apabila jaringan memiliki lebih dari satu
kemungkinan rute
untuk tujuan yang sama. Sebuah dynamic route
dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh routing protocol.
Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi secara dinamis
yang mengikuti perubahan kondisi jaringan. Routing protocol dirancang
tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama putus, namun
juga dirancang untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai
tujuan tersebut.
Pengisian dan pemeliharaan routing
table tidak dilakukan secara
manual oleh administrator. Router saling bertukar informasi agar dapat
mengetahui alamat tujuan dan menerima routing table. Pemeliharaan jalur
dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara perangkat pengirim dan
perangkat tujuan.
Distance Vector Route Protocol (DVRP)
Routing protokol ini beroperasi dengan memberikan jarak
dan arah yang terbaik yang digunakan menuju ke tujuan tersebut
(Tanenbaum, 12).
Routing table melakukan pertukaran informasi
dengan neighbor route. Contoh distance vector
adalah Routing
Information Protocol (RIP) version 1, RIP version 2, Interior
Gateway Routing Protocol (IGRP), Enhanced Interior Gateway
Routing Protocol (EIGRP).
Ling State Routing Protocol (LSRP)
Ling state Routing Protocol lebih modern
dibandingkan
distance vector. Algoritma pada routing protocol
ini menghitung
dan menggunakan jalan terpendek ke router
lain. Kelebihan dari
Ling state Routing Protocol adalah informasi akan diupdate jika
ada perubahan topologi jaringan, lebih cepat untuk konvergen,
tidak rentan terhadap routing loop, dan menghabiskan lebih sedikit
bandwitch dibandingkan distance vector. Kelemahannya adalah
|