Home Start Back Next End
  
17 
Maraknya  industri  fashion di Indonesia mulai terlihat pada tahun 
2008, ketika Femina Group mulai diadakan Jakarta Fashion Week sebagai 
perhelatan  fashion  tahunan,  dengan  harapan  bahwa  acara  ini  akan 
membantu  Indonesia  memasuki  pasar  mode  dunia.  Acara  itu  sendiri 
berhasil  memperoleh daya  tarik tidak hanya masyarakat  Indonesia, tetapi 
juga  orang  asing  terutama dari  Asia  Tenggara.  Acara kemudian memicu 
Asosiasi  Pengusaha  Perancang  Mode  Indonesia  untuk  mengadakan 
Indonesia Fashion Week pada tahun 2012 tetapi dalam visi dan misi yang 
berbeda,  yaitu untuk mengumpulkan semua pemain di industri  fashion di 
satu  tempat  dan  membuat  acara  sebagai  ikon  atau  patokan.  Acara  ini 
berhasil  memperoleh  daya  tarik  dari  seluruh  dunia  dan  menjadi  acara 
tahunan sebagai salah satu tujuan wisata agenda dari Visit Indonesia. 
2.1.2 KONDISI INDUSTRI FASHION DI INDONESIA
Indonesia  memfokuskan  produk  ekspornya  yang  sebagian  besar 
adalah  nama-nama  besar  dalam  bisnis  fashion  yang  menuntut  kualitas 
yang baik. Ironisnya, Indonesia lebih memilih untuk menggunakan merek 
asing untuk merek  lokal dalam hal  desain  dan  tren  saat ini  yang terjadi. 
Jika  dilihat  kembali  kontribusi  eksport  yang  dilakukan  di  Indonesia 
kebanyakan  datang  dari  perusahaan  luar  yang  membuat  produknya  di 
Indonesia untuk mengurangi biaya atau dikarenakan biaya yang dikenakan 
ditempat mereka lebih mahal jika dibuat di Indonesia. Contohnya : ZARA, 
H&M,  etc.  Berikut  prentase  2006  ekonomi  kreatif  di  Indonesia.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter