|
24
II.4.9.1 Struktur Kepemilikan dan Manajemen Laba
Menurut
Tri
Widyastuti
dalam Jurnal
Maksi
(2009,
p33)
struktur
kepemilikan
adalah susunan kepemilikan saham perusahaan oleh berbagai pihak. Dalam
pandangan teoritis, beberapa peneliti berpendapat bahwa struktur
kepemilikan
perusahaan berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. Veronica dan Utama dalam
Jurnal Riset Akuntansi Indonesia (2006, p309) menyatakan bahwa tujuan perusahaan
sangat ditentukan oleh struktur kepemilikan, motivasi dan pemegang surat utang,
corporate governance, dan proses insentif yang membentuk motivasi manajer.
Struktur kepemilikan
terbagi
menjadi
dua,
yaitu
kepemilikan
manajerial
(insider
ownership) dan kepemilikan institusional (institutional ownership). Kepemilikan
manajerial (insider
ownership) dapat diartikan sebagai seberapa besar andil manajer
terhadap keseluruhan modal suatu perusahaan publik. Hal tersebut dapat dinyatakan
dengan
persentase
saham perusahaan
yang
dimiliki
oleh
dewan
komisaris,
direksi,
maupun manajer.
Jensen dan Meckling dalam Journal of Financial Economic
(1996, p305) dengan
hipotesis pemusatan kepentingannya (convergence of interest hypothesis) menyatakan
kepemilikan manajerial dapat mengurangi praktik manajemen laba karena adanya
penyatuan tujuan atau kepentingan manajemen dengan tujuan para pemegang saham.
Rahmawati
dalam
Jurnal
Akuntansi
dan
Bisnis
(2007,
p175)
menyatakan
bahwa
kepemilikan
institusional
(institutional
ownership)
adalah
besarnya kepemilikan
investor
di
luar
perusahaan
atau
perusahaan
lain terhadap
keseluruhan
modal
suatu
perusahaan publik. Kepemilikan institusional umumnya bertindak sebagai pihak yang
memonitor
perusahaan
dan
pencegahan
terhadap
pemborosan
atau
penyelewengan
|