![]() 20
(Manurung,
2006,
p7)
adalah
risiko
utama
yang
dihadapi investor, karena
kenaikan
tingkat
bunga
akan
menurunkan
harga
obligasi
dan
tingkat
bunga
menurun
menaikkan harga obligasi. Jika investor
menjual obligasi sebelum tanggal jatuh
tempo,
kenaikan
dari
suku
bunga
merupakan kehilangan
dari
modal,
yang
berarti
menjual obligasi dibawah
harga
beli.
Risiko
ini
juga
sering
disebut
dengan
interest-
rate risk atau market risk (Fabozzi, 2010, p7).
2.6 Penilaian Obligasi: 5 Hubungan Penting
Menurut
Keown
(2005,
p240-244),
penilaian
dasar
untuk
menghitung nilai
obligasi adalah
(1)
Jumlah pembayaran bunga, (2)
Nilai Jatuh
Tempo (par
value),
(3)
Jangka
waktu
jatuh
tempo,
(4)
Tingkat
pengembalian
yang
diharapkan.
Tapi
ada
5
hubungan situasi yang akan berdampak pada obligasi:
1.
Nilai
obligasi berbanding terbalik dengan perubahan
tingkat pengembalian
yang diharapkan. Artinya, jika
suku
bunga
naik
(turun),
nilai obligasi akan
turun (naik).
2. Nilai pasar obligasi akan dibawah dari nilai pokok
jika tingkat
pengembalian yang
diharapkan
diatas
dari
bunga
kupon.
Sebaliknya,
nilai
pasar
akan
berada
diatas
jika
tingkat
pengembalian
yang
diharapkan
dibawah bunga kupon.
Required rate = Coupon rate
then
Market value = Par value
Required rate > Coupon rate
then
Market value < Par value
Nilai jual dibawah nilai pokok, disebut discount bond
|