|
28
2.8.2 Analisis Durasi Terhadap Perubahan Harga
Penelitian yang
dilakukan oleh
Hadri
Kusuma
dan
Asrori
(2005)
menyimpulkan bahwa
durasi
dan
konveksitas
secara
signifikan
tidak
berpengaruh
positif
terhadap
sensitivitas harga
obligasi
di
Indonesia.
Metode
yang
digunakan
adalah
menghitung
durasi
yang
merupakan pengukuran
untuk
menggabungkan jatuh
tempo
dan
kupon.
Metode
kedua
adalah
dengan
menghitung konveksitas, untuk
menghitung hubungan
harga
obligasi
dengan
hasil
hingga
jatuh
tempo
(yield
to
maturity).
Sampel
penelitian adalah
obligasi
pemerintah
dan
korporat
yang
diperdagangkan di
Bursa
Efek
Surabaya
(BES)
dengan
rating
yang
sama
yaitu
idA.
Melihat
faktor
lain
juga
adalah
dari
suku
bunga
deposito
bank
pemerintah
maupun
swasta yang dimuat pada surat kabar Harian Bisnis Indonesia.
Penelitian
berikutnya adalah
oleh
Rezki
Adhitia
(2009)
yang
membuat
kesimpulan
bahwa
kurang
bukti
yang
menunjukkan durasi
obligasi
korporat
lebih
besar
daripada
obligasi
pemerintah. Implikasinya adalah
tidak
ada
perbedaan
antara
kedua
obligasi
tersebut
dari
segi
suku
bunga
(interest
rate
risk).
Sampel
penelitian
adalah data histori harga mingguan dari January 2006 sampai Desember 2008.
2.9 Hipotesis
Hipotesa
peneliti
dalam
penelitian
ini
adalah
ada
hubungan yang
positif
dan
kuat
antara
durasi
obligasi
industri
multifinance
Indonesia
di
tahun
2001
terhadap
perubahan harga. Berikut adalah kalimat hipotesisnya:
|