![]() dilihat
dari peringkat
(rating)
obligasi
yang
dikeluarkan
oleh lembaga
pemeringkat, seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.
Berbeda dengan
harga saham
yang dinyatakan dalam bentuk
mata
uang, harga
obligasi dinyatakan dalam persentase (%),
yaitu persentase dari
nilai
nominal. Ada
3
kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu (www.idx.co.id):
1.
Par
(nilai
Pari):
harga
obligasi
sama dengan
nilai
nominal. Misal:
obligasi
dengan nilai nominal
Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai
obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.
2.
at premium
(dengan premi):
harga obligasi
lebih besar dari
nilai
nominal.
Misal: obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 102%,
maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta.
3.
at
discount (dengan diskon):
harga obligasi
lebih kecil dari
nilai
nominal.
Misal: obligasi dengan
nilai
nominal
Rp 50 juta dijual dengan
harga 98%,
maka nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta.
Pendapatan atau
imbal
hasil
(return)
yang
akan
diperoleh
dari
investasi
obligasi
dinyatakan
sebagai
yield,
yaitu
hasil
yang
akan
diperoleh
investor
apabila
menempatkan dananya
untuk
dibelikan
obligasi.
Sebelum
memutuskan
untuk
berinvestasi
obligasi,
investor
harus
mempertimbangkan besarnya
yield
obligasi,
sebagai
faktor
pengukur
tingkat
pengembalian
tahunan
yang
akan
diterima.
Ada
2
istilah
dalam
penentuan yield,
yaitu
current
yield
dan
yield
to
maturity
1.
Current
yield:
yield
yang
dihitung
berdasarkan
jumlah
kupon
yang
diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut.
Bunga tahunan
5
Harga obligasi
|