|
26
f.
Mengiji."lkan
pembalikan aksi (undo) dengarn
mudab.
Ada
ka:ianya user
tidak
scngq_ja
melakukan
aksi
yang
tidak
diinginkan,
untuk
itu
user
ingin
melakukru1 pembata.lan.
Slstcm
harus
sehanyak
munglrin
memberikan
fungsi
pemOOtatan agar
user
merasa
lebih aman.
g.
Mendul'1mg internal
locus of
control (pemakai mengiiasai sistem atau
inisiator bukan sebagai respondcn).
User yang berpengalaman
sangat
mendamba_kan
kontroi
yang kuat
pada
s-is:tem sehio.gga
mereka mernsa
men.guasai
s.istem l.ersebut.
h.
Mengurangi bcban
ingalanjangka
pendek.
Keterbatasan
memori
pada rnanusia
harus ditanggulangi
oleh
program
dengan
tidak
ban.yak
membuat
user
untuk
rne]akukan
proses
pcnyh--npanan memory.
2.6
SWOT
Analisis S'iiVOT adalah tcknik
analisis
yang
mengidentiflkasi
herbagai
fak:tor
sccara
sistematis
untuk
merumuskan
strategi pc.rnsahaan
(Pearce
dan
Robinson,
199!,
pl81).
Analisis SWOT
lerdiri atas
analisis
tcrhadap
kekuaton
(strength),
kdemahan (weakness), pelrumg
(opportunity), dan
ancaman (threat) perusahaan.
Secara
lebili
mendalam, analisis
SWOT
dapal
diuralkan
sebagal
berik'llt
(Pewee dan Robinson, 199!,ppl8l-J82):
|