|
20
®
Agglomerative
Teknik
clustering
agglomerative
mcnciptakan
clu:uer
-
clw::ter
di
mana
dalam
sctiap cluster hanya terdapat s.atu.
record.
Cluster
cluster yang
terdckat kemudian n1elebur
menjadi
satu
unmk
membuat
cluster yang 1ebih bcsar.
Proses
peiebu.ran
ini terus
berlanjut
hingga
cluster
te:rbentuk
secant
hierarki
di
mana posisi
puncak
terdiri.
dari
satu
cluster yang
berisi
semua
record
yang ada_
o
Divisive
Teknik
clustering
divisive
melakukan
pendekatan
yang
bcrlawnnrrn
dari
agglomerative.
Teknik ini
memasukkan
scmua
record
ya.'lg ada
k:c
dalrun
.satu
duster
dan
kemudian
berusaha
membaginya
ke
dalam
duster
yang berisi
record
yang
lebih
scdikit
dan
terns
dibagi
hingga
ke duster yang
terkecill (hanya
memHiki
salu
record).
Non
hierarchical
clustering
terdiri
dari
2
metode,
yaitu
single
pass
method
dan
reallocation
method.
Dalam
single puss method,
database
banya
dapat
dibaca
satu
kali
untuk
mcmbuat
sehua.h
clusier
(setiap
record
hamya
dibaca
satu
kcli
da.ri databasr:.). Scdan.gkare
daJam
reallocation
method,
record
-
record dalam. clu.'lter
-
duster
dirdoka.-;;i
untuk
membuat
cluster
yang
iebih
baik.
Reallocation
method
ini
mcmbaca
data
dari
database
bcru!.ang
kaH
tetapi
&uabase hanya
diba.ca
sekilas
d:ibandingkan dengan
teknik
hie.mrchical
clustering.
|