|
ll
2.3.2
Data Mo11s
D-ata
mar!s morupaklln
dam
warehouse
yang
dibagi
bagi
menja.di
bebernpa
bagian
dengan
hampan
agar user
user yang
mengakses
data
dalam
data warehouse tidak
pcdu mcnunggu
query
data
dari
sciuruh
data
warehouse,
tet'l.pi
ha.nya
perlu
mengquer,;
beberap.a
bagian
dari
data
Yd<rehouse
yang
cHperlukan
saja
(Vieira,
2000,
p901).
Sebagai
contoh
:
manajer bagian
sales
ingin
melihat data
dari
pcnjualan
akhir tahun
maka
untuk
meHhat data tersehu.t
tidak
pedu
mengque1y
sernua
data
dalarn
data warehouse
tctapl
hanya
bagian
pe:njualan saja
yang
diquery.
Selain
iru
dia
d.apat
mengambil data
dati
bagian
pcnjtw.lan
ffii
dan mcnyimpannya
di
komputer
lafin sepertl
laptop
sehingga
pada
saat
diparlukan
dapat
.libtlli:a
langsWlg
tanpa
hams
bcrhubnngan
lagi
dengam
data
warehouse
yang
ada.
2.4
OW.AF
Online
analytical
processing
(OLAP)
merupakan
teknologi
yang
membuat
user
day.at
menganahsa suatu database
yang besar untuk
mempero1eh gambaran
mengenai
informasi
yang
terkandung
dalam
database
tcrsebut
(Vieira,
2000,
p893).
Database
dalrun
stst...1 OLAP
disusun
l.L.'l.tuk
menyimpan
data
static
sccarn
cfisicn.
Karc:na
tcmpat
penyimpac"'lan
dalam
OT.AP
multidimensional,
maka
sering
diseb:.rt
cube
yang mempakan
suatu
tabel. Kemarl1lprum
tmik
dari
OLAP
adalah
kemampuannya untuk
menyimpan
data
secara
bert:itlgkat,
yang membaat
user
dapat
nue!a.kukan
drill down dan roll up
data
yang diinginkan secam dimensional.
Sebagai
|