Home Start Back Next End
  
21
Sistem
dimncang
sedemikian
rupa, 
sehingga
menccgah
user 
melakukan
kesalab.an, 
misaknya
dengan.  melakukan
validasi.
Dan 
b1la
tc!jadi
kesalathan,  sistem  
ha.-rus
dapat 
memherikan 
instru.ksi  
yang   sedcrhana
untuk
perbaikan.
6.  
Mengijinkan
pembatalan aksi
(undo) 
dengan
mudah.
Memungkinkan pembatalan ak:si yang  ti.dak sengaja dilaktlkan oleh
user.
7.  
Menyediakan
kendaJi  
internaL 
bagi 
pemakai,
sehingga
pemakai
dapat
:meuguasai sistem
hukful
sebagai responden.
8.  
MengiUiangi behan
ingatarajangka
pe:ndek
Mengu.rangi
penghafalan dengan 
memperhatikan kaidah
IDgatan rrmnusia
yang  terbatas sehingga perancangan pun
harus sederhana.
2.5
State Tr.ansitim Diagram
State 
Transition
Diagram{S1D}
mcrupakrul sebuah
perilalru
model 
y.mg
bcrgantung
pada
sekumpulan
keadaan
sistem,
di 
mana 
keadaan 
tcrsebut 
adalah
seliap 
modus
perilaku
sistcm 
yang  
dapat 
diamati 
(Yourdcn, 
1989, 
p259-260).
Kowal   .T_  
(!9g8, 
p133)
mengatakan
bal1wa  STD   pada 
mWanya 
hanya
digunakan
1.mtuk
rnenggrunbarkan sULatl.u
sistem
yang
bersifat  real lime.
Real
time 
adlalah  suatu
kondisi
untulk: mengopcrasikan
bersama-san1a (da!am
waktu    bersamaan) 
dengan 
waktu  
relasi  
yang  
lcratur  atau  
sudah  
diprediksikan.
dengan keadaan yang
scbcnamya.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter