|
26
d. Merancang dialog
untuk menghasilkan keadaan
akhir yang baik
Urutan
suatu
aksi
haruslah
diorganisir menurut
kelompok
tertentu
yang
terdiri
dari
permulaan,
tengah
dan
akhir.
Umpan
balik
yang
informatif
kepada
pengguna
pada
taraf
akhir
dari
suatu
kelompok
aksi
akan
memberikan kepuasan
kepada
pengguna
bahwa
aksi
yang
mereka
lakukan telah berhasil dengan baik, sehingga akan
memberikan kesan kepada
pengguna bahwa ia aman untuk melakukan aksi selanjutnya.
e.
Memberikan penanganan
kesalahan
yang sederhana
Perancangan suatu
sistem
haruslah
dibuat
sedemikian
rupa
sehingga
pengguna
tidak
akan
menimbulkan kesalahan
yang
signifikan.
Jika
pengguna
akhirnya
melakukan
suatu
kesalahan,
maka
sistem
hendaknya memberikan peringatan
yang sederhana dan konstruktif
serta spesifik.
f.
Mengizinkan pembalikan aksi (undo) dengan mudah
Setiap aksi
haruslah dirancang sedemikian agar dapat
melakukan pembalikan untuk kembali
ke keadaan semula sebelum aksi tersebut dijalankan. Dengan adanya fasilitas
ini, pengguna
akan
memiliki
keberanian
untuk
mengeksploitasi
sistem
yang
telah
dibuat,
karena
untuk
semua
kesalahan
yang
timbul,
pengguna
memiliki
pilihan
untuk
melakukan pembalikan
terhadap aksi yang telah dilakukan.
g. Mendukung internal
locus of control (pengguna
menguasai
sistem)
Pengguna
yang
berpengalaman
biasanya
memiliki
keyakinan
bahwa
mereka
bertanggung
jawab
terhadap
sistem
dan
sistem
akan
memberikan respon
terhadap
aksi
yang
mereka
lakukan. Respon
yang aneh,
urutan yang aneh dalam
memasukkan data dan kesulitan dalam
memperoleh
imformasi serta ketidakmampuan untuk
mendapatkan
hasil sesuai aksi tertentu
akan menimbulkan kekecewaan dan keraguan bagi pengguna.
|