|
25
2.1.3.2.
Delapan
Aturan Emas
dalam
Perancangan
Antarmuka
Menurut Shneiderman (1998, p74), dibutuhkan delapan aturan emas dalam perancangan
antarmuka.
Delapan
aturan
emas
ini
merupakan
prinsip-prinsip dasar
perancangan
antarmuka
yang paling banyak digunakan dalam pembuatan suatu
sistem
interaktif. Aturan-aturan tersebut
adalah sebagai berikut :
a. Berusaha
keras
untuk konsisten
Konsistensi ada
berbagai
macam,
seperti
konsistensi
dalam
urutan
aksi
harus
diperhatikan
dalam
suatu
situasi
yang
memiliki
kemiripan. Menu,
pesan
dan
bantuan
haruslah
menggunakan istilah
atau
terminologi
yang
sama. Konsistensi juga
harus
diterapkan dalam
warna,
tampilan,
penggunaan
huruf
besar
dan
jenis
font. Penampilan password
dan
pesan-
pesan
tertentu
haruslah
ditampilkan dalam
bentuk
seumum mungkin
dan
dengan
jumlah
seminimal mungkin.
b. Memungkinkan pengguna
menggunakan shortcuts
Seiring
dengan
meningkatnya keahlian penggunaan dari
suatu sistem, pengguna
menginginkan suatu
jumlah perintah
yang
minimal
namun
dengan
hasil
yang
sama
dengan
jumlah
perintah
yang
banyak.
Singkatan,
tombol
special,
perintah
tersembunyi dan
macro
adalah contoh dari fasilitas yang sangat dihargai oleh pengguna.
c.
Memberikan umpan balik yang informatif
Untuk
setiap
sistem
diharapkan
adanya
suatu
umpan
balik
bagi
pengguna.
Respons
yang
diberikan tergantung dari
aksi
yang dilakukan oleh pengguna. Untuk
aksi
yang
umum
dan
jarang
dilakukan, respons
yang
diberikan
kepada
pengguna hendaknya lebih
nyata.
Penampilan
visual
dari
suatu
objek
merupakan
suatu
cara
untuk
menampilkan perubahan
secara eksplisit.
|