|
22
sama,
pendekata11
database
memis.ahkan
truldur
data dari
program
apllkasinya
dnn
men:yimpar.r.;.""l.ya
didalarn
database.
Jilca scbuah.
s!.ruktur
data
barn
ditambahkan
atau
terdapat
modifikasi
pada stru.ktur
data
yang
telah
ada,
maka
tidak
akan
berpengaruh
pmla
program
aplikasinya,
atau
dengan
kala
lain
tidak
berg:mtung pada
modifikasi yang
dilakukan
terhrulap
data.
Namun. jika
dilakukan
pcmindahan
terhrulap
salah
sam
field
yang
ada
didalam
file
yang
digunakan
oleh
program
apJ]kasi_,
hal
ini
mcmpengaruhi
progn-run
ters:ebut
dan
hams
dimodifika.,i sedemikiru1 pula
(Cormol!y,
2002,
p15).
Ketika sehuali1 kebutnhan.
informasi
dari sebuah o.rg:wisasi
dianalisis,
han.ts ada
identifiJcasi terhadap
entity,
atrihute dan. relationship. ConnoHy (2002,
pl5) menyatakan
bahwa entity
ada.Iah objek
nyata (or.:mg, benda, tempat,
konsep
atau
perist:iwa) dalam orga.nisa.'li yang hams
diwakilkan daJ.am database. Atrihute
adalalli sifat
yang
menggambarkan
bcberapa aspek
dari
o
jck
yang
penting untuk
dkatat Relationship
adalah
asosiasi yang ada
diantara entity.
2.1.4.1 Database Ma
>agemc"!System (DBMS)
Me11urut Connolly
(2002,
pl6),
DBMS
adalah
sebllilh
sistcm
software
yang
mermmgkinkan
user
un:tuk mendefinlsikaa,
membuat,
mcrneHhara
dan
mengontrol akses
ke database.
DBMS
mempakan. software
yang
mcngandung
intcraksi
dari
program
aplikasi user
dcngan. database
yang
ada.
|