|
13
a. Untuk
diubah,
diproduksi
menjadi
barang
lain
kemudian
dijual
kembali
(oleh
produsen).
b. Untuk dijual kembali (oleh
pedagang) tanpa dilakukan transformasi fisik (proses
produksi).
2.3. Pengertian Harga
Agar
dapat
sukses
dalam
memasarkan
suatu
barang
atau
jasa,
setiap
perusahaan
harus
menetapkan
harganya
secara
tepat.
Menurut
Tjiptono
(
2001,
p151
),
harga merupakan satu-satunya
unsur bauran pemasaran
yang memberikan pemasukan atau
pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya ( produk, distribusi, dan
promosi ) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran. Disamping itu harga merupakan unsur
bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat.
Dilihat
dari
sudut
pandang
pemasaran,
harga
merupakan
satuan
moneter
atau
ukuran
lainnya
(termasuk barang
dan
jasa
lainnya) yang
ditukarkan
agar
memperoleh
hak
kepemilikan
atau
penggunaan
suatu barang atau jasa. Sedangkan
dari
sudut
pandang
konsumen,
harga
sering
kali
digunakan
sebagai
indikator
nilai bilamana
harga
tersebut
dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas barang atau jasa.
Dengan demikian, bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat
yang
dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula.
Demikian
sebaliknya
pada tingkat
harga
tertentu,
nilai
suatu
barang
atau
jasa
akan
meningkat
seiring
dengan
meningkatnya manfaat
yang
dirasakan.
Seringkali
dalam
penentuan nilai suatu barang atau jasa, konsumen membandingkan kemampuan suatu
barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhannya dengan kemampuan barang subtitusi.
|