|
Dalam
hal
ini
prestasi kelja
dari
perusahaan sejenis
dapat
digunakan sebagai
kriteria untuk dibandingkan dengan prestasi kelja yang dicapai
perusahaan.
3. Engineered Standards (Standar-Standar Rekayasa).
Meskipun
kriteria
ini
sangat
efektif
dalam
memecahkan
masalah
operasional,
tetapi
memerluklln banyak
waktu. dan
biaya karena
memerlllkan keahlian
yang
cukup
untuk
menentukan
standar
tersebut.
Misalnya
studi
walttu
dan
geral<
untuk menentukan tingkat keluaran prodnksi.
4. Discussion and Agreement (Pembahasan dan Persetujuan).
Penentuan
kriteria
kadang -kadang sulit
dilak:ukan dan
memakan
biaya. Oleh
karena
itu
penetapan
standar
dilakukan
melalui
dislrnsi
dan
persetujuan
bersama
antara
pihak
manajer
auditor operasional
dan
pihak
yang
akan
menerima laporan hasil audit operasional.
U.l.i'i.
Tallap- Tallap Audit
Operasional
Arens dan Loebbecke (1999) menyatakan, tahapan audit operasiona!terdiri
dari:
1. Preliminary Survey (Survei Pendahuluan)
Tujuan dari survei pendahulan adalah untuk mendapatkan infonnasi
umum dan
latar
belakang
dalru.n
waktu
relatif
singkat,
mengena:i semua
aspek
dari
|