|
2. bagi
analis kredit,
::;cpcrti pegawai
bank
bagian
lu-edit atau analis pcringkat
obligasi, yang
mengm:mlisis
rasio untuk
mcmbantu
menentukan kemampuan
perusa.haan mem hayar utang;
3.
analis
saharn,
yang
berkepenti.ngan dengan
cfisiens],
resiko,
dan
prospek
pertumblh'mn JPCrusruJaan"(h.lOl ).
J1I.8
Keteri:ndasan
Analisis Rasio
Brigham
dan
Houston
yang
dite!jemahka.n_ oleh
Suharto
dan
Wihowo
(2001)
mermlns,
<"Analisis
rasio
memiWci
keterba au
yang
harm;
kita waspadai
dan
pcrtimbangkan_.
Bcbernpa masalah potensial
dicantumkan dibawah ini:
1.
Banyak
penrsahaan
besar
mengopcrasikan
divisi
yang berbeda pada
industri
yang
berbed.a,
dan
pcrusahaan
semacam
ini
angat
sulit
untuk
mengembangka:n
sepemngkat nd.a-rata
indusLTi
yang berarti
untuk
tujuan komparatif
2.
Kcbanyakan
pe
mahaan
ingin
1ebih
baik
dibandingjan
mta-rata
industri,
sehingga
bila
hanya.
mencapai
kinerja
rata-rata
tiJaldah
terlalu
baik.
Sebagal
target
untuk
mcncapaj
kinerja
tim.gkat
tinggi,
perusahaan
hcndaknya
memfokuskan
pada
-m.<>io
perusahaan
yang sudah
ada
mcnjadi "leader''.
Dalam
hal
ini benchmarking
akc'ln
sangat
men1bantu.
3. Intla::;i dapat
memberika.n
distorsi
yang
huruk
pada
ncraca
perusahaan
nilai
yang
dicatat
scring kalberbeda Ucngan
ni1ai
"sebenamya".
Lebih
jauh,
karena
inflasi
mempengaruhi
beban
penyusutan dan
biaya.
persediaan,
maka laha
juuga
akan
terpengaruh.
Jadi,
ana1isis msio
untuk
s.atu
perusahaan sclama
sam
waktu,
atau
analisis kompamtif pada
pcrusahaan
yang
memiliki
umur
yang
berbcda,
hams
diintcrpresta..:;ikan
dengan
pertimbangan yang
tcpat.
|