|
27
2.3
Peramahm
Sering
terjadi
senJang waktu (time lag)
antara kesadaran akan peristiwa
atau
kebutuhan
mendatang
dengan
peristiwa
itu
sendiri.
Adanya
waktu
tenggang
(leadtime) ini
merupakan
alasan
utama
bagi perencanaan dan
peramalan.
Jika
waktu
tenggang
ini no!atau
sangat
kecil,
maka
perencanaan
tidak
diperlukan
.
Jika
waktu
tenggang
ini
panjang
dan
hasil
peristiwa
akhir
bergantung
pada
faktor-faktor
yang
dapat
diketahui,
maka perencanaan
dapat
memegang
peranan
penting.
Dalam
situasi
seperti itu peramalan
diperlukan untuk
menetapkan
kapan suatu
peristiwa
akan
terjadi atau
timbul,
sehingga
tindakan yang
tepat dapat dilakukan
(Makridakis
1988,p3).
Secara umum,
metode
peramalan dibagi ke
dalam dua
bagian besar
yaitu
:
1.
Kualitatif.
Metode
ini tidak
memerlukan
data
yang
serupa
dengan
metode
peramalan
kuantitatif.
Input
yang
dibutuhkan
tergantung
pada
metode tertentu
dan
biasanya
merupakan
hasil
dari
pemikiran
intuitif,
perkiraan
(judgement),
dan
pengetahuan
yang
telah didapat.
Pendekatan
ini
seringkali
memerlukan
input
dari
sejumlah orang
yang
terlatih secara
khusus.
2.
Kuantitatif.
Peramalan
ini
dapat
diterapkan
apabila
tersedia
infonnasi
tentang
masa
lalu,
data
dalam
bentuk
numerik,
dan
diasumsikan
bahwa
beberapa
aspek
pola
masa
lalu
akan
terns
berlanjut
di
masa
datang
(assumption
of
continuity).
Metode
ini
dibagi
menjadi
dua
metode
utama
yaitu
metode
regresi
(kausal)
yang
mengasumsikan
bahwa
faktor
yang
diramalkan
menunjukkan
suatu
hubungan
sebab akibat
dengan satu atau lebih
variabel bebas dan
metode
deret waktu
(time
|