![]() 34
Xt-
Implikasi
pemulusan
eksponensial
dapat
dilihat
dengan
lebih
baik hila
persamaan
(2-17) diperluas dengan
mengganti F
dengan komponennya
sebagai
berikut :
Ft+1
=
aX;+ (1
-
a)[ aKt-1
+
(1- a)F,_I]
=
aX;+ a(l
-
a) Xt-1
+
(1
-
a/
F,_1
(2-18)
Jika
proses
subtitusi
ini
diulangi
dengan
mengganti
F1_ 1 dengan
komponennya,
F,_2
dengan komponennya, dan seterusnya, hasilnya adalah persamaan (2-19)
Ft+1 =aX;+ a(l- a)Xt-1
+ a(1- a/X,_2 + a(1 -a/X,_J + a(J
-a/Xt-
4
+ a(l-a/X,_
5
+
....... + a(1 -a)N-
1
(N-1J
+ a(l
-alXt-!N-1)
(2-19)
Misalkan
a
=
0,2 ;
0,4 ; 0,6 ;
atau 0,8. Maka
bobot
yang
diberikau
pada
nilai
observasi masa lalu akau
menjadi seperti Tabel2.5
Tabel 2.5
Robot Pada Nilai
Observasi Masa Lalu
:Robot yang Diberikan
Pam
a.
=0,2
a.
=0,4
a.
=0,6
a.
=0,8
0,2
0,4
0,6
0,8
x,_1
0,16
0,24
0,24
0,16
Xt-2
0,128
0,144
0,096
0,032
Xt-3
0,1074
0,0864
0,0384
0,0064
Xt-4
(0,2)(0,8)
4
(0,4)(0,6)
4
(0,6)(0,4)
4
(0,8)(0,2)
2
Sumber : Metode dan Aplikasi Peramalan
Jika
bobot
ini diplot, dapat dilihat
bahwa bobot tersebut
menurun secara
eksponensial,
dari
sana
nama
pemulusan
(smoothing)
eksponensial
muncul.
(Perlu
dikemukakan
bahwa
walaupun
tujuaunya
adalah
menemukau
nilai
a
yang
|