![]() 33
mungkin
adalah
nilai
ramalan
periode
yang
sebelnmnya
F,.
dengan
melakukan
subtitusi
ini,
persamaan
(2-14)
menjadi
persamaan
(2-15),
dan
dapat
ditulis
kemba1i
sebagai persamaan (2-16)
(2-15)
(2-16)
(Perhatikan,
bahwa
jika
datanya
stasioner,
maka
subtitusi
di
atas
merupakan
pendekatan
yang
cukup
baik,
namnn
hila
terdapat
tren
metode
SES
yang
dijelaskan
disini tidak cukup baik)
Dari
persamaan
(2-16) dapat
dilihat bahwa
ramalan
ini
(F1
+¹}
didasarkan
atas
pembobotan
observasi
yang
terakhir
dengan
suatu
ni1ai
bobot
(!IN)
dan
pembobotan
ramalan
yang terakhir
sebelumnya
(FJ
dangan
suatu
bobot
[1
-
(liN)].
Karena N
merupakan
suatu
bilangan
positif,
liN
akan
menjadi
suatu
konstanta
antara no!Gika
N
tak terhingga) dan
1
Gika
N
=¹
). Dengan mengganti 1/N dengan
a, persamaan (2-
16)
menjadi
Ft+l =
aX,+ (1
-
a)F,
(2-17)
Pesamaan
ini
merupakan
bentuk
nmum
yang dignnakan
dalam
menghitung
rarna1an
dengan
metode
pemulusan
eksponensial.
Metode
ini
banyak
mengurangi
masalah
penyimpangan
data,
karena
tidak
perlu
lagi
menyimpan semua
data
historis
atau
sebagian
daripadanya
(seperti
dalam
kasus
rata-rata
bergerak).
Agaknya
hanya
observasi terakhir, rama1an terakhir, dan suatu nilai a
yang
harus disimpan
|