|
40
Persamaan
(2-22)
adalah
sebagai
pengganti
Cit+I
dapat
digunakan
a,
dalam
persamaan
(2-22).
Lebih
disukai
Cit+J
karena
ARRSES
sering
terlampau responsif
terhadap
perubahan,
jadi
dengan
menggunakan
Cit+J
dimasukkan
sedikit
unsur
keterlambatan
sai11 periode,
yang
memungkinkan
bagi sistem untuk sedikit "tenang"
dan membuat ramalan dengan cara yang lebih seksama.
E,
=
{3e, +
(1 - {3)E,_ 1
M, =
iJ!e,J +
(1 -{3)M,_J
(2-23)
(2-24)
(2-25)
a
dan
(3
merupakan parameter antara 0
dan
1,
serta
II
menunjukkan nilai absolut.
Persamaan (2-22)
menunjukkan
bahwa nilai
a
yang
dipakai
untuk
peramalan
periode
(t+2)
ditetapkan
sebagai
nilai
absolut
dari rasio
antara
unsur
kesalahan
yang
dihaluskan
(E1
)
dan
unsur
kesalahan
absolute
yang
dihaluskan
(M1
).
Dua
unsur
yang
telah
dihaluskan
ini
diperoleh
dengan
menggunakan
SES
seperti
ditunjukkan
pada
persamaan (2-23) dan (2-24).
Inisialisasi proses
ARRSES
sedikit
lebih
rumit
daripada
SES.
Seperti
telah
ditunjukkan ARRSES
seringkali terlalu
responsif terhadap perubahan dalam pola data
Salah satu
cara
untuk
mengendalikan perubahan
a
adalah
dengan
mengubah
nilai
{3.
Dapat
disimpulkan,
metode
ARRSES
merupakan
metode
SES
dengan
suatu
perbedaan,
yaitu
nilai
a
secara
sistematis
dan
otomatis
berubah
dari periode
ke
periode
untuk
memperhitungkan
adanya
perubahan
dalam
struktur
data.
Metode
ini
dapat
bermanfaat untuk
sistem peramalan
yang
melibatkan
sejumlah besar
item,
tetapi
perlu
hati-hati dalam
mengevaluasi
adanya
fluktuasi
a
dan
mungkin
|