Home Start Back Next End
  
48
Pemulusan Musiman
X,
I,
=
(3+
(I- (3) It-L
s,
(2-48)
Ramalan
=
(S1 +
b,m)I,_L+m
(2-49)
dimana
L
adalah   panjang
musiman
(misal   jumlah   bulan 
atau 
kuartal
dalam   suatu
tahun),   b
adalah   komponen
tren, 
adalah  
faktor   penyesuaian
musiman,
dan 
F
1
+m
adalah  ramalan untuk
m
periode  ke
muka.
Pesamaan
(2-48) 
dapat 
dibandingkan
dengan
indeks 
musiman
yang 
merupakan
rasio 
antara 
nilai 
sekarang dari
deret  data,  X,,
dibagi 
dengan 
nilai  pemulusan
tunggal
yang
sekarang
untuk  deret
data
tersebut,
S1
•  
Jika
X,
lebih
besar
daripada
S1
,
maka 
rasio
tersebut 
akan 
lebih  besar 
daripada
1,
sedangkan
jika
X,
lebih 
kecil 
daripada
S1
,
maka
rasio  
ini   akan  
lebih   kecil  
daripada 
I.
Untuk  
memahami 
metode 
ini 
kita   perlu
menyadari
bahwa
S,
merupakan
nilai
pemulusan
(rata-rata)
dari
deret 
data
yang
tidak
termasuk
unsur
musiman. Juga
perlu  diingat 
bahwa 
X,
mencakup
adanya
kerandoman
dalam 
deret
data.
Untuk 
menghaluskan
kerandoman
ini,
persamaan
(2-48)
membobot
faktor
musiman
yang
dihitung
paling 
akhir
dengan (3 dan
angka 
musiman
paling 
akhir
pada  musim 
yang  sama  dengan 
(I
-
(3). (Faktor
musiman
sebelum
ini
dihitung pada
periode  t- L ,
karena
L
adalah  panjang musiman).
Persamaan
(2-47) 
tepat
sama  dengan 
persamaan
(2-35) 
dari
Holt 
untuk  pemulusan
tren.
Persamaan
(2-46)  berbeda 
sedikit
dari
persamaan
(2-34) 
dari  Holt  dimana 
unsur
pertamanya  
dibagi     dengan     angka   
musiman  
I,.L.    Hal  
ini   
dilakukan  
untuk
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter