|
19
15. Temu hitam (Curcuma acrugmosa
Roxb.)
Temu ireng atau temu hitam (koneng hideung; temo ereng atau Black Tumeric)
ini adalah tumbuh liar yang hidup diladang dan dihutan-hutan jati. Daunnya
berbentuk lonjong, bunganya berwarna putih atau putih agak kemerah-
merahan.
Akar tinggalnya kalau dipotong kelihatan lingkaran yang berwarna biru atau
kelabu. Manfaat dari temu hitam ini antara lain mengobati penyakit cacing
gelang dan kremi, kudis, koreng, menambah nafsu makan, kurang segar sehabis
haid (umbinya) d1l.
16. Temu Kunci (Kaemphera pandurata Ridl.)
temmo
konce
atau
k-rotunda
Linn
ini
tumbuh
liar
di
hutan
jati
dan
di
ladang.
Tumbuhan
ini
tidak
berbatang
dan
daunnya
berbentuk
bulat
telur
dan
luruh
pada
waktu
tumbuhan
itu
berbunga.
Bunganya
berwarna
putih
atau
merah
muda.
Tumbuhan
ini
umbinya
mengandung
minyak-basilikum yang
dapat
mengobati
sariawan,
masuk-angin, demam-nifas,
gatal,
cacing
kremi,
batuk-
kering,
perut
kembung,
kencing
kurang
lancar,
kurap,
nyeri
anus
(umbi-nya)
dan juga sebagai obat sari rapet.
17. Temu Lawak
(Curcuma
xanthorrhiza
Roxb., Foeniculum Vulgare Mill.)
Tumbuhan liar (Adas atau Fennel dari suku
Apiaceae) berumpun dan
bergetah ini,
tumbuh di
hutan dan di kebun dengan tinggi sekitar 0,5 sampai
3
m.
Daunnya
halus
berbentuk jarum.
Buahnya
yang
harum
panjangnya
sekitar
0,5
cm
digunakan sebagai
obat
yang
dipadukan dengan
kulit
kayu
pulasari (alyxia reinwardtii
Bl.).
Bunganya
majemuk berbentuk payung
|