Home Start Back Next End
  
40
memandu 
pencarian
rute
dalam
menentukan
arah
pencarian  terbaik  
tanpa 
harus
mencari
ke  segala 
arah. 
Bila 
temyata   arah 
yang 
diikuti   tidak 
dapat   sampai   ke 
tujuan   maka
algoritma ini
dapat
backtrack
untuk
mencari 
rute
lain
yang
mempunyai
kemungkinan
mencapai 
tujuan. 
Algoritma
ini
akan 
kembali 
mencari 
rute
dengan 
biaya 
terendah 
dari
titik
awal
hingga
akhir.
2.4.2.   
Heuristic
Menurut 
Silitonga (1993b),  Heuristic 
adalah
suatu
aturan  tentang  perkiraan
secara
ilmiah 
maupun 
intuitif 
untuk
mengurangi
atau 
membatasi
wilayah 
pencarian
yang
sulit
dilakukan.
Menurut
Luger 
dan 
Stubblefield
(1993c,    
pll6),
heuristic  
merupakan
aturan­
aturan 
untuk 
memilih 
cabang-cabang
yang
memiliki
kemungkinan mengarah
pada
pemecahan 
masalah.   Karena  
heuristic  
menggunakan 
informasi  
yang 
terbatas, 
maka
heuristic
jarang 
dapat 
memprediksi
perilaku 
yang 
tepat 
dalam 
suatu 
pencarian.
Suatu
heuristic dapat  berhasil
atau
gaga!memberikan petunjuk 
untuk
suatu
algoritma.
Algoritma
A*
tanpa  fungsi 
heuristic
yang  bagus  akan 
memperlambat
pencarian
dan
dapat
menghasilkan rute
yang
bukan
terpendek. Jika
algoritma ini
diharapkan
menghasilkan rute
yang
benar-benar  terpendek, maka
fungsi  heuristicnya harus
underestimate
terhadap biaya dari
suatu
titik
ke tuj uan. Fungsi 
heuristic 
yang
sempurna
akan
membuat  a!goritma  ini
langsung 
menuju
titik 
tujuan
tanpa
harus
mengecek 
seluruh
node.
Sehingga bila
fungsi
heuristicnya terlalu  underestimate
menyebabkan algoritma
ini
selalu 
beranggapan bahwa
ada
rute
yang
lebih  baik
dari
rute
yang
ada.
Untuk 
fungsi
heuristic 
yang  underestimate
bila
nilainya 
terlalu 
rendah 
akan 
menyebabkan
algoritma
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter