|
48
Apabila
koefrnien korelasi
(r)
bernilai
no!,
artinya
tidak ada
hubungart
sama
sekali antara
variabel X
dan
variabel
Y
sedangkan apabila r
bemilai 1
atau
artinya
te1ah
te jadi
hubungan
linier
sempuma
yang
berupa
garis
lurus.
Jika
r>O, artinya
telah
terjadi
hubungan
linier
posi:if,
yaitu
seiT.akin
besar
nilai variabel X
maka
semakin besar
pula
rjlai
variabel
Y
atau
sebalik.."1ya,
semakin
ked
nilai
variabel
X
maka
semakin kecil
pda
nilai variabel
Y. Jika
nilai r<O, artinya telah
terjadi
hubungan
linier
negatif
yaitu
semakin
besar
n;Iai
variabel
X
maka
semakin
kecil
nilai
variabel
Y atau sebaliknya,
semakir: kecil nilai variabel
X
maka semakin besar pula nilai variabel Y.
Namun
jika
garis
regresi
merupakan
garis
lengkung atau
kurva
yang
tidak
naik
I
atau
turun
secara
monoton, misalnya suatu
parabola, maka fungsi turuna11 pertama tidak
tetap
positif atau
negatir.tetapi sangat bergantung pada nilai X
Ahli-ahE sta:.istik
telah
bersepakat
untuk
tidak
memperdulikan
tanda
dari
koefisien kore!asi
dimana
garis
regresi
yang dipakai
merupakan
garis
lengkung.
Untuk
maksud
tersebut
nama koefisien ko e!asi tiriak !agi digunakan
melainkan diganti
dengan
indeks
korelasi
(index
of correlation).
Fungsi
dar!
indeks
korelasi
masih tetap sa.r.:1a
dengan
fungsi
dari
koefisien korelasi,
hanya
saja
indeks
korelasi
itu
selalu
diambil
positif(Pas< ribu, Mnudi, 1983, p351).
Berikut adalah rumus dari indeks korelasi:
Io
j
:·-' .........
-
.
-·--
.
213
Signifikan
Indeks
Korelasi
Perhitungan
koefisien korelasi
ataupun
indeks
korelasi
sebenamya
hanyalah
berdasarkan data
sampel saja,
karenanya tidak dapat
diharapkall sama
dengan koefisien
·············--·····
....................
|