![]() 1
')1
_
,
6.
Kaitan
yang
jelas
dengan
tujuan
bisnis
Sebagian
besar
sistem
infonnasi
eksekutif
yang
berhasil
dL'1!Ilcang untuk
memecahkan rnasaiah-masalah
spesifik atau
rnemenuhi
kebutuhan
bisinis
yang
dapo.t ditanga;·ri oleh
teknologi informasi.
7.
Manaje:me:;. atas
penolakan
pemsa.'taan
Apabila
seorang
eksekutif
menolak
sistem informasi
eksek"Utif, per!u di!akukan
U;Jaya
untuk
mendapatka:n
dukun oan.
Strategi
yang baik
adalah
mengidentifikasikan
satu masalalt tunggal
yang
dih
9
dapi oleh eksekutif tersebut,
dan segera menera.pk&'1 sistem informasi eksek11tif
dengan menggunakan
prototyping
untuk
mengatasi masalab tersebut.
8.
Manajemen atas
penyebarau dan
evolusi
sistem
Penyebaran
infol'I!l8Si bagi
marJajer
tingkat
tingkat
bawab,
yang
ingin
mampu
mengatasi
menga..>tisipasi
masalab
dan
memecahkannya
sebelum
manajer
tingkat
atas
menganggap
situasinya
tidak
terkendali,
hams
dilaksanal<an
dengan
llflti-
hati. Setiap
user
hams
mendapat.l;:an
infonnasi
sesuai dengan kebntullflll dan
haknya. Untuk
itu sistem
informasi
eksekutif rnengikuti
pola trickle down.
Dala'11
mengembangkan
snatu sistem
infonnasi eksekutif
terdapat
dua
faktor
yang
hams diperhatikan (1994, http://rntiac.iitriorglpubs!SIE/SIEI.htm#l),
yaitu:
fk,but.:an
in
n!:!if:;!t
pa--:da_---,-'-- -
-e-rt_am_:_al-m-ya-l - -.t:;:n- -p-er::-in-gap--.
i
waktunya
.,_ 1.._-
i
Kebutuhan
akau
perkembangan
-/
Pembahat1
lingkmigan
yang c.;p_a_t
,
!
komtmikasi
\
Kebutuhan_E_et ksesan d11ta operskmal
!
KebutEhan updat<e yang cepat
dari unit
"'-:':--:--- -------
---------
Kebutt lll:J1.fl.E'l1gaksesan
data ek srna_l_i
Kebutuhan untuk seciira.JJ_f_CJ_aktif di
|