Home Start Back Next End
  
 I
27
r-..
N
·
8,0
-
Tabe! 
Perbandi11gan Opera:si
Perkalian Komi)leks
Antara "ilFT
Secara
Langsung Dengan }'FT
Ju l  ·h;;-··1!- P;:e;:;rka;:;:lill::n
-,:   -)p;;;;e:r mL::;-ilii:a:n:--. ® -'"'Cii:i:Z::::- l
tffik 
)komp b
dMg'"
)iromp "' d ";
"""'m. 
ba.h.am
·
DFT
(N²)
1       
FFl (N/21o  2
kecepatan
--4 ----··-·
'----··-·
-! _········
.
m   
4
...=:........
4,01
1
i
16-,
s
·
-
·
.... -
256
4
!
3
2
:
+----
5,3
,
32 
I
······-· 1024 
'
80  •
......
!2,8 I
!-·
-···
64
L
······-·
4096
i
192
I..
2(3"
[
1.:.;;:28_,!
1G384 I
448 
I
36,6J
i,'-- 2"-c56:--·,i
65536[ 
1024 
64 0)
'
,
512
I
262144 ·
2304
in's
!i
lk-·            _- -
1'"'o24 
1
-----cl=..o4:cs=...:s7-c-6-cl---· --=s:--J2...:o.....,,·
---- -2o4,s
..·-2o4,s
j
Dari
tabe! di
atas
terlihat
bahwa
dengan
menggunakan
algoritma
FFT
akan
te:jadi
penghematan
yang sangat besar dibanding dengan
menggunakan
komputasi
DFT
secara
langsung.
Gambar
2.16 
memperlihatkan
kese!uruhan
tahapan
dari  algoritma 
FFT. 
Di
mana  dekomposisi  pada  domain  \Vak'tu 
diselesaikan  dengan 
algoritma 
bit  reversal
sorting.
Kemudian
data
yang
telah
didekomposisi ditransformasi
ke
dalam
domain
frekuensi.
Hal
ini
tidak
perlu di!akukan secara terpisah,
karena
data
yang
diperoieh
dari
hasi! dekomposisi
sinyal
domain
\vaktu sudalt berupa sinya!-sinyal
1
titik
yang
masing-
masi::1gnya merepresentasikan
spektrum frekuensi.
Sehingga
pada
gambar
2.16
tersebut,
hal
ini
tidak
perlu
digambarkan
lagi.
Sedangkan
tahap
berikutnya,
berupa
sintesis
pnda
sinyal-sinyal 
dalam 
domain
frekuensi 
agar 
dihasilkan  sebuah 
sinyal 
N-titik  dala1n
domain
frekuensL
Tahap
ini
digambarkan
dengan
tiga
pengulangan.
Pengulangan
yang
paling
luar
menunjukkan
jum!ah
tahap
yang
harus
dilakukan
dalam
sintesis
ini,
seperti
halnya  
pada  
saat  
dila.1cukannya dekomposisi,  
yaitu  
sebanyak   
Log
2
N
tahapan.
Pengulangan  ya.11g 
di  tengah 
menunjuk.kan
tahapan 
yang  dilakukan 
oleh  tiap-tiap
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter