![]() 26
disingkat DlF) Butterfly dasar
yang
digunakan pada
kedua
jenis peruraian tersebut
ditunjukkan oleh
gambar 2.14
dan
2.15.
Gam bar
2.14 Butterfly
dasar
untuk perurai:m dalam
waktu
(DIT)
IV'
-
-
--- ·-· -- r-- ">·,_..' >'A-'
..
B
=
(a-b).
Gam bar
2.15 Butterfly
dasar
11ntuk
peruraian
dalam
frekuensi (DIF)
Maka dapat
disimpulkan babwa dengun menggunakan
algoritma
FFT
yang
memar1faatkan sifat
sime(ri
dan
periodik untuk
menghitung DFT
dibutuhkan :
N*log,N
,
.
.
---perKahan kompleks
dan
2
N
*
log2
N
penjum!ahan kompleks.
Bandingkan bila
perhitungan dilakukan dengan DFT
biasa
maka dibutuhkan :
N²
perkalian kompleks.
N(N-1) penjumlahan
kompleks.
'
Berikut ini adalah perbandingun antara peric.a!ian kompleks dengun menggunakan
komputas; FFT
N-titik dan
DFT
N-titik
|