|
2&
produlmya
snpaya
oerbeda
dari
produk
pemsahaan
lain.
Di
sini,
merek
hanya merupa. an
sekadar nama
(just
a
name).
Belum ada
usaha
menjadikan
merek
terseout
menjadi
ekuitas
pe:11sahaan. Pada
sit11asi-situasi.
bexi'i(ntnya,
perusahaan
melakukan
beberapa usaha
supaya
mereknya
dikenal bm:tyak
orang
(brand
awareness), punya
asosiasi terteutu di
bena!(
konsumerr
(brand
association),
di))ersepsi
punya
kualitas
yax;g
baik
(perceived
qualitv). A1<:hirnya pada benhLlc
4C,
pemsa.haan berusaha
supaya pembeli
berurr-benar puas
dan
selalu
setia
pada
merelmya
(brand
loyaity). Dengan demikian
merek
akan
mempu:tyai
brand
equity
(Kartajaya, 2000, p421)
besar
bagi
perusahaan.
Pada
heni11k
2C,
pemsaham1
yang
membuat pmduk
tidak
rr:enganggap
dL.-ffiya berbeda
pada
bisilis
jasa.
Pada
ben!uk-bentu..k
berikutnya, perusahaan merasa menamba.h servis dalao
rangka
member\
nilai
t&""llbah
(value
added).
Lebili jauh
lag'" pemsahann
akan
memberi
nilai
tambah
apa
sebenarnya
yang
benar-benar
bisa
diganakan
konsumen
(value
in
use).
Pada
situasi berikutnya,
perusakia.fl berusru"J.a
m.e1nberikan
servis untuk
memuaskan
konsumen
dan
akhimya
pada
situasi
ekstrem
4C,
perusahaan
suda.h
menganggap bisnisnya sebagai bisnis jasa,
tidak
peduli apa pun jenis
bisnisnya. (Kartajaya, 2000, p42 i)
|