![]() 27
berpikir
d&-i
sisi
pembeli
bchwa
sebenamya berapa
total
cos1 yang
dikeluarkan
lmnsumen
u;:;tuk membeli
produk
tersebut.
(Kartajaya,
2000, pl62)
Tempat-tempat
peajualan
atau
pelayanan
yang
ditetapkan
pemsahaan hams merepakan
tempat
yang nyaman
bagi
pembeli,
kalau
tidal<,tidak akan
berarti
apa-apa.
Pada situasi
ini,
promosi yang
p!L'lya konctasi
satu
arch atau bruinwashtag sudah
bembah jadi
komunikasi dua arah yang inte:-aktif. (Kmtajaya, 2000, pl62)
Pada
bentnk 2C, pe>:;Jaatan daiam
arti
meyakmk<m
pembeli tidak
diperlclcan. Perusahaan
cnkup
suatu pemsahaan
telah
tersedia.
infmmasi
bahwa
prodnk
Karena hanya
ada
satu.-satunya stm::ber, maka pembeli
akan
melakukan
pembelian
dengan
sendi.rinya,
Pw:Ia
situasi-sit'Jasi
berikutnya, per.jualan bergeser
mulai
dari
menjualfeatures d2ri
suatu
produk:,
benefit
bagi
pembe!i
s&"TI.pai
pada
menjual
solusi bagi
penJbeli.
Pada ben:tth\ 4C,
konsumen
sudan
pintar,
sel1ingga tidak
mau
"dijuali"
lagi.
Cara
paling
efektif
ad.alal1
justru
hauya
berinteraksi
un.tuk kesnksesan
kedua belal1 pihak
(Kartajaya,
2000,
Kempanen
Nilai
®
Brand
Pada bentnk
2C,
perusahaan harrya
menampi!kan
rnerek
pada
|