![]() 26
lebiil
baik
dari
pesaing aiau
bahkan
menyatal<ac'l bahwa
produk::lya yang
terhaik
(best).
Ha.rga, kalau
bisa,
ditawarkan
lebih
tinggi,
tapi bisa
naik-turun
bilamana
perlu
(bargaming).
Saluran
distribusi,
distributor
1naupun retailer,
"dipaksa" supaya.
pu_qya
bany"alc
persediaan
(buffer
stock)
dengan
rnacam-macam push
tcentive dan
otak
konsumen
dihantam oleh ;Jeriklanan (bombarding)
supaya terjadipu/l
icenlive.
(l<:artajaya, 2000,
pl6l)
Pada
bentllk
3C,
keempat
P
dari
marketing
mix
diatur
secara
integratif
supaya.
sesuai
dengaCJ.
strategi pemasaran
yang
telah
ditetapkan.
Pada
bentuk
3,5C,
marketing
mix
bisa
disebut
4V
sebab
pada
situasi bany"alc
macam prodUk
\illhLl(
berbagai :fragmen
pasar
yang
heterogen
(variety).
Dalam
meuetapkan
harga,
nilai
y-ang
diterima
pembeli
dipertiiT'bangkan (value). Ternpat
penjualau
!L!J.usus
tmt!Ll(
fulgmen
tersebut
harus
dipergm:mkan
(venue)
dan
suara
mereka
ha111s semakin
diperhitnngkan
(voice
of
customer).
(Karcajaya, 2000, pHil)
:?ada
be:1tuk
marketing
mix
bisa disebut
sebagai
4C
juga,
sebab sebuah
produk tidak
ada gunanya
kalau bu..kan
merupakan
customer
solution. Prod.uk
setuah
perusahaan
hams
dita1nbal1 unsm·
jasa
atau
bahkan bila
perlu ditambab
produk
perosahaan lain
supaya
benar-beitar
bisa
merupakan
solusi
bagi
Harga
yang
ditetapkan
pemsahaan
hanya
merupakan
salah
satu
kampanye
dari
cost
dikeluarkan
konsumen.
Karena itu,
perusahaa.n hams
|