![]() BAB2 lANDASAN
TEORl
SiS!Em
ak.untansi pada
sual:ll organisasi dapat
dlbedakan menjadi dua
bagian
besar
(Hansen
dan
Mowen,
1999,
p8),
yail:ll sistem akuntansi
manajemen
dan sistem akunta11si
keuangan. Kedusubsistem akuntansi il:ll dibedakan oleh t 'juan, sifat masukan,
dan jenis
proses yang digunakan ur:tuk mengubah masukan menjadi keluaran.
Sistem ak.untansi
keua:1gan
(finandal accounting) berhubungar: dengan
penyediaan
informasi bagi pengguna
ekstemal.
Dalam slstem in!,proses
masukan dan ke!uaran peristiwa
ek:lnom! harus memenl!hi
aturan dan konvensi tertentu. Die Indonesia
aturan
serta
korwensi
yang
mengal:llr
proses tersebut didefinisikan oieh Badan
Pengawas
Pasar Modal
(Bapepam)
dan Ikatan Ak.untan
Indonesia (IAI). Hasil Japoran keuangan dil:lljukan kepada investor,
kreditor,
lembaga pemerintah, dan pengguna ekstemal ialnnya. Informasl yang
dihasilkan
siS!Em inl digunakan untuk keputusan investas1, evaluasi perusahaan,
pemonitoran
aktivitas,
dan ukuran-ukuran peral:llran.
SiS!Em akuntansi manajemen
(management accounting)
menghasiikan
informasi bagi
pengguna
yaitu
manajer
perusahaan, eksek.utif perusahaan, maupun
pekerja
perusahaan.
Akuntansi
manajemen
mengidentiftkasi,
mengumpulkan,
mengukur,
mengldasiftkasikan, dan
melaporkar. informasl
yang
bermanfaat bagi
pengguna
internal
dalam
merencanakan,mengendalikan, dan membuat keputusan.
Laporan
akuntans! keuangan umumrtya
tidak
mengandung
lnformasi vital bagi tujuan·
tujuan manajemen.
Informasi
yang
diberikan
bersifat
agragat
(umum), dan
tidak
memberikan lnformasi yang lebih mendetall, sebagai contoh adalah
banyaknya
produk atau
lini produk yang dihasilkan oleh organisasl perusahaan.
7
|