Home Start Back Next End
  
28
Namun dari semua manfaat analisis ()JP dl atas, pemanfaatan
analisis CVP
yang
paling
signiflkan 
adalah
anafisis
Break-Even
Pot'1t (BEP)
atau tit!k lmpas, yaitu menentukan
tlngkzt
volume penjuaian LJntuk mencapai impas.
2.5.2 Pm!ial'l:iaii1 Break·Even Point
Menurut Atl<lnson
et
all (1997,p15Z):
The
level at which sales volume covers the fixed cost of committed resources is called
the break-even point"
Menurut Hansen dan Mowen {1999,p210) :
Break·even point
(titik-impas)
adalah titik
di
mana total pendapatar. sama dengan
total
biaya, ya!tu
titlk di mana
laba sama dengan no!."
Dari definisi di atas dapat diartikzn
break-even point (BEP)
atau titlk-impas  ada!ah t1tik
dimana laba perusahaan ada!ah no!, yaitu total blaya tetap dan biaya variabei dapat tertutupi
oleh pendapatan pemsahaan.
Jadl
perusahaan
tldak mendapat keuntungan
atau menderita
kerug!an karena laba perusahaar. sama dengan nol.
Titik-!mpas adalah
titlk dimar.a
biaya sama dengan  pendapatan. !<arena tujuan utama
am.1 sls CVP adalah penentuan tingkat penjualan untuk
mer.capai laba yang dllnglnkan, maka
analisis !itlk-impas
adalah bagian khusus dari anailsls 
CVP, yaltu da!am menentukzn
tlngkat
penjualan tmtuk mencapai laba sama
dengan no!.
AmJJ!isis CVP Tmdiskllle;l
Salah satu unsur yang dlbahas da!am an llsls
CVP adalah
blaya. Menurut
Shim dan Siegel
(1999,p63),
daiam
anallsis 
CVP, total b!aya
diasumsikan 
harus
dapat
terpisahkan
menjadi
biaya
tetap
dan
biaya
vartabei. Biaya tersebut dipisahkan berdasarkan  hubungannya
tel'hadap volume
penjualan, yaitu biaya
berubah
sejalan dengan 110iume
penjualan adalah
biaya variabel dan
biaya  yan<;tidal< berubah adalah biaya tetap.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter