![]() 66
8
-0.107
9
-0.05
10
0.102
Dari
koefisien
autokorelasi 10
time
lags
tersebut
akan
dapat
diketahui apakah pola deret data
yang
ada bersifat acakan (random)
atau
tidak.
Kesalahan
standar
(standard
error)
yang
digunakan
adalah
1/
n
.
Untuk
deret
data
di
atas
dengan
n
=
48
maka
standard
error
=
1/ 48 =
0.144. Dengan 95 % tingkat keyakinan, maka 95 % dari seluruh koefisien-
koefisien autokorelasi yang didasarkan atas sampel
harus
terletak di dalam
batas
rata-rata
plus
atau
minus
1.96
kesalahan
standar.
Nilai
1.96
diperoleh
dengan
menggunakan
tabel
Z
dari
kurva
normal
dengan
95
%
tingkat
keyakinan.
Deret
data
tersebut
dapat
disimpulkan sebagai
acakan
(random) jika
koefisien
autokorelasi
yang
diperoleh
terletak
di dalam
batas-batas.
-1.96 (0.144) <=
r
k
<=
+1.96 (0.144)
-0.282 <=
r
k
<=
0.282
Dari koefisien-koefisien autokorelasi di atas semuanya
berada
dalam
batas-batas tingkat keyakinan
95
%
dengan 1.96
kesalahan
standar,
maka
deret data yang ada bersifat acakan (random).
Tabel 5.7 Tabel Z dengan standard error 95 %
Z
0
0,01
0,02
0,03
0,04
0,05
0,06
0,07
0,08
0,09
-1.9
0.0287
0.0281
0.0274
0.0268
0.0262
0.0256
0.025
0.0244
0.0239
0.0233
|