|
Bab 5
Ringkasan
Pada zaman dahulu kala, kaum prajurit atau ksatria
yang berada di Jepang di sebut
dengan
samurai.
Kaum
ini
pada
awalnya
adalah
petani
atau
orang
biasa
yang
dipekerjakan oleh
kaum
bangsawan
untuk
melindungi
tanah
ataupun
harta
milik
mereka.
Orang-orang ini
direkrut
kemudian
diberi
latihan
beladiri
serta
fisik
dan
kemudian
dipersenjatai. Seiring dengan berjalannya
waktu, kelompok
ini
semakin kuat
bahkan ada
yang
berhasil
menumpas
kawanan
perampok
dan
setelah
mengalami berbagai
peristiwa
kelompok
ini
akhirnya
memegang tampuk
kekuasaan
tertinggi
di
Jepang
pada
masanya
menggantikan kaum bangsawan.
Disebut
dengan
zaman
Kamakura,
ketika
kaum
samurai
untuk
pertama
kalinya
memegang
kekuasaan
tertinggi
dalam
pemerintahan. Pada
masa
ini
dikatakan
bahwa
terdapat
sebuah
nilai-nilai
yang
menjadi
kode
etik
bagi
kaum
samurai.
meskipun
tidak
tertulis, dipercaya bahwa kode etik
ini
hidup
dan
berkembang dalam
hati
masing-masing
samurai.
Kode
etik
ini
disebut
dengan
Yumiya
no
narai
atau
Kyuuba
no
Michi.
Ketika
zaman
berganti
kode
ini
ikut
berubah
dan
disebut
dengan
Bushido.
Walaupun
kode
etik
ini
tercipta sejak zaman
feodal,
hingga saat
ini kode etik
ini
masih hidup dan
memberikan
banyak
pengaruh
dalam
masyarakat
Jepang,
salah
satunya
dalam
dunia
hiburan.
Film
yang
menjadikan
samurai
sebagai
tokoh
cerita
dan
berhasil
menggambarkan
nilai-nilai
Bushido
adalah
Shichinin
no
Samurai
yang
kemudian
oleh
studio
Gonzo
dibuat
ulang
dalam
wujud
animasi dengan judul Samurai
7.
Animasi
ini
bercerita tentang tujuh orang
samurai
yang bersedia menolong desa Kanna
yang ditindas oleh Nobuseri meskipun tak
|