Home Start Back Next End
  
21
kematangan 
material 
organiknya 
mulai  dari 
lignit,  sub  bituminus, 
bituminus, 
semi
antrasit, antrasit, hingga meta antrasit.
2.1.1. Kualitas Batu Bara
Menurut 
Fariz 
Tirasonjaya   yang 
dikutip 
di 
kualitas 
batubara  adalah 
sifat 
fisika 
dan 
kimia 
dari 
batubara 
yang 
mempengaruhi
potensi
kegunaannya.
Kualitas
batubara
ditentukan
oleh
maseral
dan mineral
matter
penyusunnya,
serta oleh
derajat
coalification
(rank).
Umumnya,
untuk
menentukan
kualitas 
batubara 
dilakukan 
analisa 
kimia 
pada 
batubara 
yang 
diantaranya 
berupa
analisis
proksimat
dan analisis
ultimat.
Analisis
proksimat
dilakukan
untuk
menentukan
jumlah
air
(moisture),
zat
terbang
(volatile
matter),
karbon
padat
(fixed
carbon),
dan
kadar
abu
(ash),
sedangkan  analisis  ultimat
dilakukan 
untuk
menentukan 
kandungan
unsur
kimia
pada batu
bara
seperti
karbon,
hidrogen,
oksigen,
nitrogen,
sulfur,
unsur
tambahan dan unsur
jarang.
Kualitas 
batubara 
ditentukan 
dengan  analisis  batubara 
di
laboratorium,
diantaranya
adalah
analisis
proksimat
dan analisis
ultimat.
Analisis
proksimat
dilakukan
untuk  menentukan 
jumlah  air,
zat
terbang,  karbon  padat,  dan
kadar  abu,
sedangkan
analisis  ultimat  dilakukan  untuk  menentukan  kandungan  unsur  kimia  pada  batubara
seperti  karbon,  hidrogen,  oksigen,  nitrogen,  sulfur,  unsur  tambahan  dan  juga  unsur
jarang.
Kualitas
batu
bara
ini diperlukan
untuk
menentukan
apakah
batu
bara
tersebut
menguntungkan 
untuk  ditambang  selain  dilihat  dari  besarnya  cadangan  batubara  di
daerah penelitian.
2.2. Investasi
Perlu ditelusuri
lebih
lanjut definisi
investasi,
macam investasi,
risiko dalam
melakukan
investasi, produk–produk
investasi, hingga proses keputusan investasi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter