Home Start Back Next End
  
132
a.   Pada saat index sedang
dalam titik terendahnya
(bearish),
saham PTBA
berada
pada Rp15,550. Kesimpulannya
saham PTBA saat itu sedang mahal.
b.   Pada
saat
index
sedang
titik
tertingginya
(bullish),
saham
PTBA
berada
pada
Rp22,000. Kesimpulannya
saham PTBA saat itu sedang mahal.
25.
Tahun
2011,
nilai
interinsik
PTBA
berada
pada
Rp1.585.
Pada
saat
index
sedang
dalam
titik
terendahnya
(bearish)
dan
titik
tertingginya
(bullish) 
pada
tahun
2011
dijabarkan sebagai berikut:
a.   Pada saat index sedang
dalam titik terendahnya
(bearish),
saham PTBA
berada
pada Rp19.700. Kesimpulannya
saham PTBA saat itu sedang mahal.
b.   Pada
saat
index
sedang
titik
tertingginya
(bullish),
saham
PTBA
berada
pada
Rp20.900. Kesimpulannya
saham PTBA saat itu sedang mahal.
26.
Tahun
2011,
nilai
interinsik 
BRAU
berada
pada
Rp395.
Pada
saat
index
sedang
dalam
titik
terendahnya
(bearish)
dan
titik
tertingginya
(bullish) 
pada
tahun
2011
dijabarkan sebagai berikut:
a.   Pada saat index sedang dalam titik terendahnya
(bearish),
saham BRAU berada
pada Rp530. Kesimpulannya
saham BRAU saat itu sedang mahal.
b.   Pada
saat
index
sedang
titik
tertingginya
(bullish),
saham
BRAU
berada
pada
Rp530. Kesimpulannya
saham BRAU saat itu sedang mahal.
27.
Tahun
2009,
nilai
interinsik 
PKPK
berada
pada
Rp-117.
Pada
saat
index
sedang
dalam
titik
terendahnya
(bearish)
dan
titik
tertingginya
(bullish) 
pada
tahun
2009
dijabarkan sebagai berikut:
a.   Pada saat index sedang
dalam titik terendahnya
(bearish),
saham PKPK berada
pada Rp310. Kesimpulannya
saham PKPK saat itu sedang mahal.
b.   Pada
saat
index
sedang
titik
tertingginya
(bullish),
saham
PKPK
berada
pada
Rp310. Kesimpulannya
saham PKPK saat itu sedang mahal.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter