Home Start Back Next End
  
BAB 2
LANDASAN
TEORI
2.1. Batu Bara
Menurut
Fariz
Tirasonjaya
yang
dikutip
di batu
bara
Indonesia.com
adalah
batuan
yang
mudah
terbakar
yang
lebih
dari 50%
-70%
berat
volumenya
merupakan
bahan
organik
yang
merupakan
material
karbonan
termasuk
inherent
moisture.
Bahan
organik
utamanya
yaitu
tumbuhan
yang
dapat
berupa jejak
kulit
pohon, daun,
akar,
struktur kayu,
spora, polen, damar,
dan lain-
lain. Selanjutnya
bahan
organik
tersebut
mengalami
berbagai
tingkat
pembusukan
(dekomposisi)
sehingga
menyebabkan
perubahan
sifat-sifat
fisik maupun
kimia
baik
sebelum ataupun sesudah tertutup oleh endapan lainnya.
Proses
pembentukan
batubara
terdiri
dari dua tahap,
yaitu
tahap
biokimia
(penggambutan)
dan tahap
geokimia
(pembatubaraan).
Tahap
penggambutan
(peatification)  adalah  tahap  dimana  sisa-sisa  tumbuhan  yang  terakumulasi  tersimpan
dalam
kondisi
reduksi
di
daerah
rawa
dengan sistem
pengeringan
yang
buruk
dan
selalu
tergenang 
air 
pada 
kedalaman 
0,5-10 
meter. 
Material 
tumbuhan 
yang 
busuk 
ini
melepaskan
H,
N, O,
dan
C
dalam
bentuk senyawa CO2, H2O, dan
NH3
untuk
menjadi
humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobik dan fungi diubah menjadi gambut.
Tahap   pembatubaraan   (coalification)   merupakan   gabungan   proses   biologi,
kimia,
dan
fisika
yang
terjadi
karena
pengaruh
pembebanan
dari sedimen
yang
menutupinya,
temperatur,
tekanan,
dan
waktu
terhadap
komponen
organik
dari
gambut.
Pada
tahap
ini
prosentase
karbon
akan
meningkat,
sedangkan
prosentase
hidrogen
dan
oksigen akan berkurang. Proses ini akan menghasilkan
batubara dalam berbagai tingkat
10
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter