|
36
2. Menurut Zvi Bodie dalam bukunya berjudul
Investment
edisi ke delapan (2011:G-
3)
common
stock
adalah ekuitas,
atau
ekuisitas
security,
yang
diterbitkan
dan
menjadi kepemilikan
publik berdasarkan
presentase dari perusahaan
tersebut.
3. Menurut
John
J.Wild
dalam
bukunya
yang
berjudul
Financial Statement
Analysis
(2001:220)
common
stock
adalah
jenis
saham
yang
mempresentasikan
kepemilikan
dan pemilik
saham
memiliki
risiko
yang
sangat
tinggi
dan
imbal
hasil
yang
tinggi
tergantung dari kinerja perusahaan.
Dengan merangkum tiga
definisi
common stock
tersebut, common
stock
adalah
jenis
saham yang
mempresentasikan
kepemilikan
perusahaan
berdasarkan
besarnya
presentase saham yang dimiliki.
Menurut Keown (2005;hal261),
common stock tidak memiliki maturity date
tetapi
keberadaan
saham
tersebut
tetap ada
seiring
dengan
perusahaam
yang
menerbitkan
saham
tersebut.
Perusahaan
dapat
memberikan
dividen
pada pemegang
saham.
Tetapi
sebelum
pengumuman
ke publik
tentang
perusahaan
dalam
pembagian
dividen, jajaran direksi harus mendeklarasikan
terlebih
dahulu.
Menurut
website
infovesta
(www.infovesta.com)
yang
ditulis
oleh managemen
infovesta pada tanggal 30 Januari 2008, saham biasa merupakan saham yang
menempatkan
pemiliknya
paling
yunior
terhadap
pembagian
dividen
dan
hak
atas
harta
kekayaan
perusahaan
apabila perusahaan
tersebut
dilikuidasi
(tidak
memiliki
hak-hak
istimewa).
Karakteristik
lain dari saham biasa adalah dividen dibayarkan
jika
perusahaan memperoleh
laba.
Pemegang
saham
jenis
ini
mewakili
kepemilikan
di
perusahaan
sebesar
modal
yang
ditanamkan.
Keuntungan
yang
didapatkan
oleh
pemegang
saham
ini
berupa
dividen
yang
berasal
dari
keuntungan
perusahaan.
Pemegang
saham
ini
tidak
memiliki
jaminan
pasti atas return yang dihasilkan
perusahaan.
Apabila perusahaan
mendapatkan
|